√ Membubut Halus di Mesin Bubut [Materi Lengkap]

Membubut halus merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia industri. Contohnya saja dalam pembuatan benda-benda optik. Permukaan benda kerja yang memiliki tingkat kekasaran yang kecil disebut halus.

Dalam proses pembubutan, permukaan benda kerja akan berubah tingkat kekasarannya setelah tersayat oleh pahat bubut. Tingkat kekasaran dalam pembubutan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kecepatan, jenis bahan benda kerja, jenis pahat yang digunakan, besar pemakanan, dan lain-lain. 

Dalam pekerjaan tertentu, ada tingkat kekasaran yang harus dicapai oleh operator bubut. Contohnya dalam pembuatan alat-alat optik. Pastinya tingkat kekasarannya sangat kecil atau bisa disebut halus.

Alat ukur kekasaran

Surface Roughness Comparator

Kekasaran suatu benda dapat diukur. Dalam dunia teknik pemesinan kita mengenal alat ukur bernama Surface Roughness Comparator. Cara menggunakan alat ini yaitu dengan membandingkan kekasaran permukaan benda kerja dengan permukaan yang ada pada alat ukur.

Surface Roughness
homesecurity.press

Yaitu menggunakan jari operator. Penggunaan alat ukur ini menggunakan kepekaan perasaan operator pengukuran.

Agar bisa mengetahui seberapa kesamaan permukaan antara benda kerja dengan alat ukur. Semakin halus permukaan benda kerja yang dibandingkan, semakin sulit pula pengukurannya. Jadi harus benar-benar peka.

Surface Roughness Tester

Ada alat ukur lain untuk mengukur kekasaran, yaitu menggunakan Surface Roughness Tester. Tentu saja alat ini tidak memerlukan kepekaan operator, tapi menggunakan sensor untuk mengukur kekasaran. Hasil pengukurannya berupa angka digital dengan satuan µm.

Surface Roughness tester
instrucenter.com

Parameter yang ada pada alat ini yaitu

Ra = kekasaran aritmatik

Rmax = kekasaran maksimum atau dari tinggi puncak ke lembah

Rz = kekasaran total rat-rata

Kita telah mengetahui alat ukur untuk mengukur tingkat kekasaran permukaan benda kerja. Selanjutnya mari kita bahas bagaimana tips membubut agar mendapatkan permukaan dengan kekasaran atau kehalusan yang dibutuhkan.

Tips Pembubutan dengan hasil yang halus

Ketahui material pahat dan benda kerja.

material benda kerja
shutterstock.com

Hal ini sangat penting. Kekerasan benda kerja akan menentukan pahat bubut yang digunakan dalam pembubutan. Bahan pahat bubut harus lebih keras daripada benda kerjanya agar benda kerja bisa disayat oleh pahat bubut.

Pemilihan bentuk pahat bubut

pahat hssPilihlah bentuk pahat bubut yang menurut anda paling mudah digunakan untuk membubut halus. Setiap orang memiliki bentuk pahat yang paling mudah digunakan dalam membubut halus. 

Ada yang mudah menggunakan pahat alur, pahat bentuk,dan lain-lain. Anda dapat mencoba beberapa pahat untuk membubut halus. Kemudian anda akan mengetahui pahat mana yang paling mudah untuk anda.

Pengaturan kecepatan putaran mesin (Rpm)

handel kecepatan mesin bubutTentukan kecepatan putaran mesin berdasarkan tingkat kekerasan material benda kerja. Semakin keras material benda kerja, maka semakin pelan kecepatan yang putaran mesinnya.

Menentukan tebal pemakanan dan pengaturan feeding otomatis

tebal pemakanan
shutterstock.com

Untuk benda kerja yang keras, gunakan tebal pemakanan yang kecil. Misalnya untuk besi as, gunakan tebal pemakanan sebesar 2-5 mikrometer untuk mendapatkan hasil yang halus.

Beda halnya dengan yang lebih lunak seperti aluminium. Tebal pemakanannya bisa lebih dari 1 mm. Kemudian atur feedingnya ke pengaturan yang paling pelan agar mendapatkan hasil yang dibutuhkan.

Tebal pemakanan yang baik bisa dilihat dari tatal/sekrap yang tidak putus-putus.

Penggunaan pendingin (coolant)

penggunaan coolant
shutterstock.com

Gunakan pendingin untuk menstabilkan suhu benda kerja. Karena gesekan saat pemakanan dapat menimbulkan kenaikkan suhu.

Tinggalkan komentar

WhatsApp chat
%d blogger menyukai ini: