Pahat Bubut

Pahat bubut merupakan suatu alat potong utama yang biasa digunakan pada proses pembubutan. Jenis pahat bubut itu bermacam-macam tergantung dari fungsinya.

Hal ini berarti bahwa 1 macam bentuk pahat bubut prinsipnya tidak boleh dipakai untuk berbagai macam pengerjaan. Berikut ini kami jelaskan macam-macam pahat bubut menurut berbagai sisi beserta gambarnya.

Geometri Pahat Bubut

geometri pahat bubutAda beberapa istilah geometris pada pahat bubut, antara lain :

  1. sudut potong samping (side cutting edge angle)
  2. sudut potong depan (front cutting edge angle)
  3. sudut tatal (rake angle)
  4. sudut bebas sisi (side clearance angle)
  5. sudut bebas depan (front clearance angle)

Besarnya sudut potong dan sudut-sudut kebebasan pahat tergantung dari jenis bahan/material benda kerja. Karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil pembubutan dan performa pahat.

Menurut dimensi penyayatan

pahat luar dan dalam
etsworlds.blogspot.com

Pada dasarnya fungsi pahat bubut digunakan untuk menyayat bagian dalam dan luar benda kerja. Pahat bubut luar, digunakan untuk membubut benda kerja pada bagian luar. Pahat bubut dalam, digunakan untuk membubut lubang atau bagian dalam benda kerja.

Menurut arah pemakanan

pahat kanan dan kiri
www.aliexpress.com

Untuk memudahkan operator dalam membubut dari berbagai arah pemakanan maka diciptakan pahat kanan dan kiri.  Pahat Kanan yaitu digunakan untuk pemotongan dari kanan ke kiri. Pahat Kiri yaitu digunakan untuk pemotongan dari kiri ke kanan.

Menurut bentuk pahat bubut

1) Pahat bubut rata

pahat rata kanan
www.aliexpress.com

digunakan untuk membubut diameter luar benda kerja hingga rata. Besar sudut puncaknya 80°. Meski bentuk asahan-nya bermacam-macam, namun bentuk sudutnya relatif tidak banyak berubah. Pahat ini ada 2 macam, yaitu pahat kiri (pemakanan di mulai dari kanan ke kiri) dan kanan (pemakanan di mulai dari kiri ke kanan)

2) Pahat muka

pahat facing
tormach.com

hampir sama dengan pahat rata. perbedaannya terletak pada besar sudut puncaknya yaitu 55°. Digunakan untuk membubut permukaan ujung benda kerja hingga rata, baik benda kerja yang ditahan oleh senter atau tidak. Pemakanannya di mulai dari bagian tengah (titik senter) ke arah sisi pekerjaan.

Jadi gerakannya mundur. Putaran benda kerja harus benar. Jika putaran salah akan menyebabkan benda kerja tidak terpotong dan memberi beban berlebih pada pahat sehingga patah

3) Pahat potong

Pahat potong
practicalmachinist.com

digunakan untuk memotong benda kerja pada mesin bubut. Pemotongan dapat dilakukan dengan benda kerja ditahan oleh senter (jika benda kerja panjang) atau tidak ditahan senter (jika benda kerja pendek). Pelaksanaan pemotongan tidak boleh sampai putus untuk menghindari meloncatnya benda kerja dan patahnya pahat.

4) Pahat ulir

pahat ulir
toolstoday.co.uk

digunakan untuk membuat ulir yang dibutuhkan. Bisa untuk membuat ulir kiri, ulir kanan, ulir tunggal, ulir ganda, dan lain-lain. Sudut pahatnya juga berbeda sesuai dengan ulir yang akan dibuat. Contoh ulir metris dengan sudut 60° dan ulir whitworth dengan sudut 55°

5) Pahat alur

Pahat potong
PricePi.com

digunakan untuk membuat celah alur pada benda kerja sesuai dengan kebutuhan. Biasanya digunakan untuk pembatas ketika anak mengulir benda kerja. Bentuknya hampir sama dengan pahat alur.

6) Pahat bentuk

pahat bentuk
ari-hasbi.blogspot.com

ialah pahat yang mata pemotongannya berbentuk sedemikian rupa sehingga hasil pemotongannya akan berbentuk sesuai dengan bentuk mata potongnya. Pada umumnya pahat ini memiliki sudut-sudut bebas sehingga dapat bergerak ke kiri atau ke kanan serta maju tegak lurus. Dengan pahat ini kita bisa menghasilkan bentuk yang sama untuk beberapa pekerjaan.

7) Pahat chamfer

pahat chamfer
advancedcarbidetooling.co.uk

digunakan untuk menumpulkan bagian benda kerja yang tajam. Tujuannya untuk memudahkan benda kerja dalam perakitannya. Sebenarnya semua bagian yang tajam sebaiknya di chamfer, walaupun di gambar kerja tidak ada perintahnya. Chamfer yang tidak ada pada gambar kerja cukup yang kecil saja. Ambil kira-kira 0,2 mm x 45°.

Menurut material penyusunnya

1) Baja karbon tinggi

Digunakan sebagai alat potong untuk pengerjaan baja lunak dan kuningan. Biasanya digunakan sebagai pahat bubut. Bahan ini akan kehilangan kekerasannya pada suhu 250°C. Memiliki kekerasan kira-kira Rc = 65. Memiliki kecepatan potong 5 m/menit.

2) HSS (High Speed Steel)/ Baja kecepatan tinggi

Material ini biasanya digunakan pada pahat bubut, mata bor, pisau frais, reamer, dan lain-lain. Kehilangan kekerasannya pada suhu 600°C. Kadang-kadang tungsten pada material ini digantikan dengan molybdenum.

Karena HSS dengan bahan molybdenum lebih murah dibandingkan HSS dengan bahan tungsten. HSS dengan bahan molybdenum memiliki ketangguhan yang lebih tinggi dibandingkan HSS dengan bahan tungsten. Namun memiliki ketahanan air yang lebih rendah.

3) Baja paduan non ferro (Non – ferrous cast alloys)

Material ini memiliki ciri khas tidak bisa dipanaskan. Digunakan untuk membuat suatu cetakan atau dies. Kehilangan kekerasannya pada suhu 800°C.

Dibandingkan dengan HSS, material ini memiliki usia pakai yang lebih lama dan dapat digunakan untuk kecepatan potong yang lebih tinggi. Namun memiliki ketegangan yang lemah, sehingga mudah pecah apalagi ketika menerima beban kejut.

4) Karbida / widya (cemented carbides)

pahat bubut
made-in-china.com

Material yang diproduksi dengan teknik metalurgi dengan pemanasan pada suhu 1000°C. Memiliki kecepatan potong 6 sampai 8 kali kecepatan potong HSS. Dapat bertahan hingga suhu 1000°C.

Memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun memiliki kekuatan tarik yang rendah. Material ini sangat kaku dan memiliki modulusitas yang tinggi. Memiliki ketahanan aus yang tinggi dan memiliki koefisien termal yang rendah.  Memiliki konduktivitas termal yang tinggi.

Kelebihan karbida adalah memiliki kapasitas produktivitas yang tinggi. Dapat menghasilkan permukaan benda kerja dengan kualitas yang baik. Dapat juga digunakan untuk pengerjaan baja yang telah dikeraskan. Sehingga menghemat biaya produksi.

5) keramik dan sintered oxsides

Material yang digunakan untuk alat potong berkecepatan tinggi sekitar 500 m/menit. Cocok digunakan untuk pemotongan yang terus menerus. Dapat bertahan hingga suhu 1200°C. Memiliki ketahanan abrasi yang tinggi. Umumnya digunakan untuk pengerjaan bahan plastik.

6) Cermet

Cermet merupakan kombinasi antara keramik dan logam melalui proses metalurgi. Keramik pada material ini berfungsi meningkatkan refraktifitas. Sedangkan logam pada material ini berfungsi untuk memberikan ketangguhan yang tinggi dan ketahanan panas.

Biasanya menggunakan persentase 90% keramik dan 10% logam. Semakin tinggi persentase logam maka akan meningkatkan ketahanan kerapuhan dan mengurangi ketahanan aus.

7) Intan / Berlian

Material ini memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi, ekspansi termal yang rendah. Juga memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan koefisien gesek yang rendah.

Alat potong dengan material berlian dapat digunakan untuk kecepatan 1500 sampai 2000 m/menit. Dapat bertahan hingga suhu diatas 1500°C.

8) Cubic Boron Nitride (CBN)

Umumnya dikenal dengan nama Borozone. Terbentuk dari atom nitrogen dan boron melalui proses metalurgi daya. Biasanya digunakan sebagai pengganti alat potong dengan material berlian.

Material ini juga digunakan sebagai roda gerinda untuk mengasah alat potong HSS. Karena dapat memberikan permukaan finishing yang sangat baik.

9) UCON

UCON merupakan material yang dikembangkan oleh Union Carbide di AS. Material ini terdiri dari 50% Columbium, 30% Titanium, dan 20% Tungsten.

Merupakan paduan logam tahan api yang memiliki permukaan luar yang keras dan inti yang lunak. Material ini jarang digunakan karena harganya yang mahal.

10) Sialon (Si-Al-O-N)

Sialon dibuat melalui proses metalurgi serbuk. Dengan mencampurkan serbuk Silicon, Nitrogen, Aluminium, dan Oxygen dengan cara dipanaskan sampai suhu 1800°C.

Material ini memiliki kekerasan yang lebih tinggi daripada keramik dan dapat digunakan untuk pemotongan terputus. Memiliki kecepatan potong 2 sampai 3 kali lipat dari keramik.

Macam Proses Pembubutan

Nah sekarang kita udah mengenal apa saja pahat yang digunakan di mesin bubut. Berikut ini adalah pengerjaan benda kerja yang dapat dilakukan di mesin bubut, antara lain :

1. Membubut muka atau membubut facing

membubut facing
shutterstock.com

Meratakan muka dari benda kerja. Bisa dengan cara memajukan pahat sampai ke titik senter, bisa juga dari titik senter dimundurkan ke arah operator.

2. Membubut lurus

membubut lurus
shutterstock.com

Arah pembubutan sejajar dengan sumbu utama. Untuk pembubutan luar, membubut lurus bertujuan untuk mengurangi diameter benda kerja. Sedangkan untuk pembubutan dalam, bertujuan untuk memperbesar diameter lubang benda kerja.

3. Membubut bertingkat

bubut bertingkat
shutterstock.com

Membubut dengan beberapa diameter yang berbeda. Karena benda kerja memiliki bagian yang berbeda dan memiliki ukuran diameter yang berbeda pula.

4. Membubut tirus

membubut tirus
shutterstock.com

Membubut memanjang dengan sudut tertentu dari diameter kecil menuju diameter yang lebih besar, atau dari diameter besar menuju diameter kecil. Nah dalam pembubutan tirus, ada beberapa cara yang dapat dilakukan.

5. Mengebor

mengebor
shutterstock.com

Pengeboran juga bisa dilakukan di mesin bubut. Perbedaannya pengeboran pada mesin bubut dengan mesin bor adalah bornya tidak berputar namun benda kerja yang berputar.

6. Membuat ulir

membubut ulir
shutterstock.com

Pembubutan yang membutuhkan kesabaran agar hasilnya bagus. Pembubutan ini harus menggunakan otomatis dalam pemakanan nya dan menggunakan putaran yang lambat. Pengaturan otomatis untuk setiap jenis ulir sudah tersedia pada tabel yang menempel pada mesin.

7. Membubut alur

membubut alur
shutterstock.com

Membuat alur atau bisa disebut recessing, biasanya digunakan untuk membantu proses membuat ulir. Alur ini dijadikan pembatas seberapa panjang ulir yang akan dibuat dan untuk mengamankan pahat agar tidak patah. Disarankan saat membubut alur, gerakan pemakanannya sedikit demi sedikit. Jadi gerakannya maju mundur agar pahat alur tidak terjepit dan patah.

8. Membubut eksentrik

bubut eksentrik
reddit.com

Membubut dengan beberapa sumbu atau senter. Dari bentuknya memiliki nilai seni yang keren banget. Siswa smk teknik biasanya tertarik saat proses ini. Caranya dengan menggeser titik senter benda kerja. Jika menggunakan cekam rahang 3, benda kerja ditambah pengganjal untuk menggeser titik senternya. Rumus untuk tebal pengganjalnya adalah

X= R-(r-e)

Keterangan X = Tebal pengganjal

R = Jari-jari dari lingkaran benda kerja

r  = Jari-jari dari lingkaran eksentrik

e = jarak dari R sampai ke r

Jika menggunakan cekam rahang empat, anda cukup menggeser 2 cekam yang berlawanan.

9. Membubut chamfer

chamfer
shutterstock.com

Pembubutan chamfer berfungsi untuk menghilangkan ketajaman dengan cara memberi sudut pada bagian yang tajam. Selain untuk menghilangkan ketajaman, chamfer juga berfungsi sebagai titik awal pada ulir agar pasangan dari ulir lebih mudah disatukan. Arah pemakannya bisa maju atau ke kiri.

10. Mengkartel

mengkartel
shutterstock.com

Bisa juga disebut knurling. Proses ini bertujuan untuk mengasarkan permukaan benda kerja. Biasanya proses ini ada dalam pembuatan handle atau pegangan agar tidak licin dan mudah lepas. Pada saat mengkartel, tinggi kartel harus benar-benar setinggi senter dan kartel nya juga harus seimbang agar hasil pengkartelan sempurna.

Satu pemikiran pada “Pahat Bubut”

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: