√ Teori Dasar Mesin Bubut [Materi Lengkap + Gambar]

Mesin Bubut adalah mesin yang memiliki prinsip kerja memutar benda kerja kemudian disayat menggunakan alat potong seperti pahat bubut. Mesin yang sangat berguna di dunia industri. Keberadaan mesin bubut sendiri sangat dibutuhkan di dunia industri. Bisa digunakan untuk proses produksi dan perbaikan (repair).

mesin bubut
shutterstock.com

Keberadaan mesin bubut sendiri sangat dibutuhkan di dunia industri. Bisa digunakan untuk proses produksi dan perbaikan (repair). Berikut ini kami jelaskan apa saja yang berkaitan dengan mesin bubut, antara lain :

Daftar isi

Komponen Mesin Bubut

1. Kepala tetap

kepala tetap
shutterstock.com

kepala tetap ini memiliki poros spindle mesin yang berfungsi sebagai tempat kedudukan cekam (chuck) sehingga pada saat poros spindle berputar maka cekam akan berputar.

Di dalam kepala tetap terdapat juga puli (pulley) dan belt (sabuk) dihubungkan dengan motor penggerak.  Untuk mengubah kecepatan dan arah putaran mesin, puli ini dihubungkan dengan poros spindle mesin melalui susunan roda gigi transmisi di dalam gearbox (kotak roda gigi).

Perlu diingat, putaran mesin harus berlawanan arah dengan mata potong pahat atau alat potong yang digunakan.

2. Motor Penggerak

motor penggerakMotor penggerak berada dibawah kepala tetap atau gearbox. Berfungsi mengubah energi listrik menjadi energi mekanik atau memberikan mesin tenaga untuk bergerak.

3. Tombol Emergency Stop

emergency stop
bahrain.desertcart.com

Digunakan dalam keadaan darurat untuk mematikan mesin. Tombol ini termasuk hal yang penting untuk keselamatan kerja. Umumnya mesin-mesin memiliki tombol ini.

4. Handle atau tuas

tuas kecepatan dan feedingHandle pada setiap mesin bubut berbeda-beda. Beda pabrik, beda ukuran, berbeda pula handle-handlenya. Cara menggunakan handle dapat disesuaikan atau berpedoman pada tabel yang menempel pada mesin.

Fungsi dari handle ada bermacam-macam. Contohnya :

  1. Pengaturan kecepatan spindle (rpm)
  2. Pengaturan feeding atau kecepatan pemakanan secara otomatis
  3. Pengaturan arah pemakanan
  4. Pengaturan penguliran
  5. Menyalakan dan mematikan mesin
  6. Pengaturan arah putaran spindle

5. Eretan

eretan yang ada pada mesin bubut
pixabay.com

A. Eretan alas

Ialah eretan yang kedudukannya pada alas mesin dan dapat bergerak ke kiri atau ke kanan sepanjang alas. Di dalamnya terdapat perlengkapan mekanik yang menggerakkan eretan tersebut secara otomatis atau digerakkan dengan tangan.

B. Eretan lintang

Berada diatas eretan alas dan kedudukannya melintang terhadap alas. Gerakan melintang, yaitu menjauhi atau mendekati operator, baik diputar dengan tangan maupun secara otomatis.

Kegunaan eretan ini antara lain untuk memberikan tebal pemakanan pahat atau menggerakan pemakanan pahat. Pada bagian yang dekat dengan pemutarnya terdapat skala ukuran. Dengan skala ini kita dapat mengatur tebal penyayatan pahat.

C. Eretan atas

terletak di atas eretan lintang dan diikat oleh 2 baut. Pada eretan ini terpasang rumah pahat. Kedudukan eretan dapat diubah-ubah atau diputar 360° sesuai dengan kebutuhan.

Pada bagian alasnya terdapat skala derajat. Eretan ini khususnya untuk membuat tirus dengan sudut yang besar pada jarak pendek. Gerakannya tidak otomatis.

6. Tool post atau dudukan pahat

Berada di atas eretan atas. Digunakan untuk memegang atau menjepit pahat bubut saat proses pembubutan. Secara umum, tool post ada dua macam, yaitu :

A. Standar Tools Post

standar toolpost
rdgtools.co.uk

Tool post yang dalam pengaturan ketinggian mata pahat menggunakan ganjal. Cara pengencangan pahat dengan cara mengencangkan baut-baut yang terdapat di bagian atas tool post.

Menurut jumlah rumah pahatnya tool post standar ada dua macam, yaitu memiliki rumah pahat satu dan rumah pahat empat. Tool post dengan satu rumah pahat, menyebabkan jumlah pahat yang dapat dipasang hanya satu.

Baca juga : √ Cara Memasang Pahat Bubut [Panduan Lengkap]

Ketika harus mengganti pahat, operator harus mengatur ketinggian lagi untuk pahat selanjutnya. Sedangkan untuk tool post dengan empat rumah pahat, operator bisa memasang maksimal 4 jenis pahat berbeda.

Sehingga hanya perlu mengatur ketinggian pahat sekali saja untuk setiap pahat dan bisa mengganti pahat tanpa harus menyetel pahat lagi.

B. Adjustable tool post

adjustable toolpost
tormach.com

Tool post yang dalam mengatur ketinggian mata pahat tanpa menggunakan ganjal. Karena sudah dilengkapi dengan perlengkapan mekanik yang dapat mengatur ketinggian pahat.

Tool post ini ada dua macam, yaitu memiliki rumah pahat satu dan lebih dari satu. Penggunaannya sama dengan standar tool post.

7. Lampu penerangan

lampu
shutterstock.com

Digunakan untuk membantu operator melihat benda kerja saat dibubut. Berguna juga untuk membantu operator melihat hasil pengukuran benda kerja. Namun tidak semua mesin bubut dilengkapi dengan lampu.

8. Selang coolant atau pendingin

selang coolant
shutterstock.com

Berfungsi untuk menyemprotkan cairan coolant saat membubut. Coolant berguna untuk menyetabilkan suhu alat potong dan sehingga ketajaman mata potong bisa lebih awet dan hasil pembubutan lebih optimal.

Contohnya dalam proses pengeboran benda kerja. Namun tidak semua  jenis alat membutuhkan coolant dalam proses pembubutan.

9. Kepala lepas

 

kepala lepas bagian utama dari mesin bubut
youtube.com

Kepala lepas adalah bagian mesin bubut yang letaknya disebelah kanan mesin dan dipasang diatas alas mesin. Guna bagian ini adalah sebagai tempat penahan ujung benda kerja yang dibubut, tempat kedudukan bor waktu mengebor, dan lain-lain.

Kepala lepas dapat digeser dan dikunci oleh operator di sepanjang alas mesin. Kedudukannya berada pada alas tersebut diikat dengan baut dan mur. Porosnya berlubang tirus sehingga dapat dipasang bor yang bertangkai tirus.

Kepala lepas terdiri dari 2 bagian, yaitu alas dan badan. Kedua bagian ini diikat oleh 2 atau 3 baut dan dapat digeserkan. Pergeseran ini diperlukan apabila kita akan membubut tirus dengan benda kerja terpasang di antara 2 senter.

10. Alas mesin (Bed machine)

bed mesin bubut

Alas mesin digunakan sebagai tumpuan gaya pemakanan pada waktu pembubutan dan juga sebagai tempat kedudukan kepala lepas, eretan, penyangga diam (steady rest).

11. Poros transportir dan poros pembawa

poros pembawa dan transportirPoros transportir adalah poros berulir berbentuk segi empat atau trapesium dengan jenis ulir withworth (inchi) atau metrik (mm) yang terletak dibawah eretan alas.

Berfungsi untuk membawa eretan pada waktu pembubutan secara otomatis, misalnya pembubutan arah memanjang/ melintang dan ulir. Poros transporter untuk mesin bubut standar pada umumnya kisar ulirnya antara dari 6 sampai 8 mm.

Poros pembawa adalah poros yang selalu berputar untuk membawa atau mendukung jalannya eretan dalam proses pemakanan secara otomatis. Untuk pengaturan kecepatan pemakanan otomatis, dapat dilihat dari tabel pemakanan pada mesin.

Agar dapat memilih kecepatan yang tepat dan mendapatkan hasil pembubutan sesuai dengan kebutuhan. Cara pengaturannya mirip dengan pengaturan rpm dengan mengatur handle.

12. Rem kaki

rem kaki
shutterstock.com

Digunakan untuk menghentikan mesin. Rem ini sangat berguna ketika mengulir dan berhenti pada posisi tertentu. Dalam keadaan darurat, operator juga bisa menggunakan rem kaki untuk menghentikan mesin.

 

Baca juga : “√ Teori Dasar Mesin Frais [Materi Lengkap]

 

Parameter Proses Pembubutan

1. Kecepatan potong

 Vc=\pi \times d \times n

Vc = kecepatan potong (m/menit)
d = diameter benda kerja (mm)
n = banyaknya putaran mesin tiap menit (rpm)

2. Putaran mesin

n =  \frac{Vc.1000}{\pi .d}

Contoh, ketika akan membubut baja st 37 dengan diameter 125 mm dengan Vc = 20 m/menit. Maka kecepatan putarannya :

n =  \frac{20 \times 1000}{\pi \times 125}

n = 51 rpm

Pilih putaran mesin yang paling mendekati 51. Misalkan tersedia 44 dan 54 rpm, maka pilihlah 54 rpm atau pendekatan ke atas.

3. Besar pemakanan

Ketika pembubutan menggunakan pahat luar

 dm=do-2a

dm = diameter akhir benda kerja (setelah pemotongan)
do = diameter awal benda kerja
a = besar pemakanan

Karena ketika pahat didekatkan ke benda kerja, yang tersayat adalah kedua sisinya. Misal pahat dimajukan 1 mm maka benda kerja akan berkurang diameternya sebesar 2 mm.

4. Ketika pembubutan menggunakan pahat dalam

 dm=do+2a

dm = diameter akhir lubang benda kerja (setelah pemotongan)
do = diameter awal lubang benda kerja
a = besar pemakanan

Sebaliknya, ketika pahat menyayat lubang dengan gerakan mundur, maka diameter lubang akan semakin besar. Misal lubang dengan diameter 10 mm, disayat dengan besar pemakanan 1 mm maka diameter lubangnya menjadi 12 mm. Diameternya bertambah 2 mm.

5. Waktu pemakanan dengan otomatis

Ketika menggunakan pemakanan otomatis seperti pada penguliran, waktu yang dibutuhkan dapat dihitung. Yaitu menggunakan rumus

Waktu pemakanan =  \frac{L}{f} \times n

L = panjang pemakanan
n = putaran yang digunakan (rpm)
f = otomatis mesin yang digunakan (Pergeseran pahat setiap satu putaran spindle)

Jenis Mesin Bubut

Tahukah anda, mesin bubut ternyata ada beberapa jenis. Baik itu ukurannya, fungsinya, maupun sistem kerjanya. Mesin bubut yang sering anda lihat antara lain

1. Mesin bubut bench (mesin bubut mini)

bench lathe
dmitaliasrl.com

Mesin bubut yang berukuran kecil. Biasanya dipasang pada meja atau bangku. Mesin ini digunakan untuk mengerjakan benda kerja yang kecil dan presisi. Memiliki banyak perlengkapan untuk menunjang atau membantu pekerjaannya. Mesin ini tidak memiliki poros transportir.

2. Mesin bubut speed (speed lathe)

speed lathe
homedepot.com

Mesin bubut yang tidak memiliki gearbox, eretan, dan poros transportir. Alat potongnya dipegang menggunakan tangan. Biasanya digunakan untuk membubut kayu,

3. Mesin bubut standar

mesin bubut
shutterstock.com

Mesin bubut paling umum yang anda kenal. Mesin ini sering kita jumpai di sekolah teknik dengan jurusan teknik pemesinan. Memiliki ukuran yang lebih besar dari mesin bubut bench. Memiliki konstruksi yang kuat dan cocok untuk pekerjaan yang presisi.

4. Mesin bubut dalam ruang (tool room lathe)

tool room lathe
haascnc.com

Tidak jauh berbeda dengan mesin bubut standar. Mesin ini memiliki beberapa perlengkapan khusus untuk mengatur sudut dan kecepatan pemakanan. Bed pada mesin ini dibuat lebih kecil dibanding mesin bubut yang lainnya.

5. Mesin bubut capstan dan turret

capstan and turret lathe
mech4study.com

Yaitu mesin bubut yang cocok digunakan untuk produksi massal. Termasuk tipe mesin semi-automatic dan memiliki rentang operasi yang luas. Dalam mengoperasikan mesin ini, operator tidak dituntut untuk memiliki banyak keterampilan.

Skill atau keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan memasang alat potong pada kepala mesin. Setelah itu pekerjaan dilakukan secara otomatis.

6. Mesin bubut CNC (Computer Numerical Control)

automatic lathe
worthyhardware.com

Mesin bubut otomatis. Yaitu gerakan putaran mesin dan gerak pahatnya diatur menggunakan program yang dimasukkan pada panel. Umumnya digunakan untuk produksi massal.

Alat Potong pada Mesin Bubut

1. Pahat bubut

Pahat bubut merupakan suatu alat potong yang dipasang pada mesin bubut yang berfungsi untuk menyayat. Jenis pahat bubut itu bermacam-macam tergantung dari fungsinya. Hal ini berarti bahwa 1 macam bentuk pahat bubut prinsipnya tidak boleh dipakai untuk berbagai macam pengerjaan.

a. Geometri Pahat Bubut

geometri pahat bubutAda beberapa istilah geometris pada pahat bubut, antara lain :

  1. sudut potong samping (side cutting edge angle)
  2. sudut potong depan (front cutting edge angle)
  3. sudut tatal (rake angle)
  4. sudut bebas sisi (side clearance angle)
  5. sudut bebas depan (front clearance angle)

Besarnya sudut potong dan sudut-sudut kebebasan pahat tergantung dari jenis bahan/material benda kerja. Karena akan sangat berpengaruh terhadap hasil pembubutan dan performa pahat.

 

Baca juga “√ 3 Cara Memasang Pahat Bubut Pada Mesin Bubut

 

b. Menurut dimensi penyayatan

pahat luar dan dalam
etsworlds.blogspot.com

Pada dasarnya fungsi pahat bubut digunakan untuk menyayat bagian dalam dan luar benda kerja. Pahat bubut luar, digunakan untuk membubut benda kerja pada bagian luar. Pahat bubut dalam, digunakan untuk membubut lubang atau bagian dalam benda kerja.

c. Menurut arah pemakanan

pahat kanan dan kiri
www.aliexpress.com

Untuk memudahkan operator dalam membubut dari berbagai arah pemakanan maka diciptakan pahat kanan dan kiri.  Pahat Kanan yaitu digunakan untuk pemotongan dari kanan ke kiri. Pahat Kiri yaitu digunakan untuk pemotongan dari kiri ke kanan.

d. Menurut bentuk pahat bubut

1) Pahat bubut rata
pahat rata kanan
www.aliexpress.com

digunakan untuk membubut diameter luar benda kerja hingga rata. Besar sudut puncaknya 80°. Meski bentuk asahan-nya bermacam-macam, namun bentuk sudutnya relatif tidak banyak berubah. Pahat ini ada 2 macam, yaitu pahat kiri (pemakanan di mulai dari kanan ke kiri) dan kanan (pemakanan di mulai dari kiri ke kanan)

2) Pahat muka
pahat facing
tormach.com

hampir sama dengan pahat rata. perbedaannya terletak pada besar sudut puncaknya yaitu 55°. Digunakan untuk membubut permukaan ujung benda kerja hingga rata, baik benda kerja yang ditahan oleh senter atau tidak. Pemakanannya di mulai dari bagian tengah (titik senter) ke arah sisi pekerjaan.

Jadi gerakannya mundur. Putaran benda kerja harus benar. Jika putaran salah akan menyebabkan benda kerja tidak terpotong dan memberi beban berlebih pada pahat sehingga patah

3) Pahat potong
Pahat potong
practicalmachinist.com

digunakan untuk memotong benda kerja pada mesin bubut. Pemotongan dapat dilakukan dengan benda kerja ditahan oleh senter (jika benda kerja panjang) atau tidak ditahan senter (jika benda kerja pendek). Pelaksanaan pemotongan tidak boleh sampai putus untuk menghindari meloncatnya benda kerja dan patahnya pahat.

4) Pahat ulir
pahat ulir
toolstoday.co.uk

digunakan untuk membuat ulir yang dibutuhkan. Bisa untuk membuat ulir kiri, ulir kanan, ulir tunggal, ulir ganda, dan lain-lain. Sudut pahatnya juga berbeda sesuai dengan ulir yang akan dibuat. Contoh ulir metris dengan sudut 60° dan ulir whitworth dengan sudut 55°

5) Pahat alur
Pahat potong
PricePi.com

digunakan untuk membuat celah alur pada benda kerja sesuai dengan kebutuhan. Biasanya digunakan untuk pembatas ketika anak mengulir benda kerja. Bentuknya hampir sama dengan pahat alur.

6) Pahat bentuk
pahat bentuk
ari-hasbi.blogspot.com

ialah pahat yang mata pemotongannya berbentuk sedemikian rupa sehingga hasil pemotongannya akan berbentuk sesuai dengan bentuk mata potongnya. Pada umumnya pahat ini memiliki sudut-sudut bebas sehingga dapat bergerak ke kiri atau ke kanan serta maju tegak lurus. Dengan pahat ini kita bisa menghasilkan bentuk yang sama untuk beberapa pekerjaan.

7) Pahat chamfer
pahat chamfer
advancedcarbidetooling.co.uk

digunakan untuk menumpulkan bagian benda kerja yang tajam. Tujuannya untuk memudahkan benda kerja dalam perakitannya. Sebenarnya semua bagian yang tajam sebaiknya di chamfer, walaupun di gambar kerja tidak ada perintahnya. Chamfer yang tidak ada pada gambar kerja cukup yang kecil saja. Ambil kira-kira 0,2 mm x 45°.

e. Menurut material penyusunnya

1) Baja karbon tinggi

Digunakan sebagai alat potong untuk pengerjaan baja lunak dan kuningan. Biasanya digunakan sebagai pahat bubut. Bahan ini akan kehilangan kekerasannya pada suhu 250°C. Memiliki kekerasan kira-kira Rc = 65. Memiliki kecepatan potong 5 m/menit.

2) HSS (High Speed Steel)/ Baja kecepatan tinggi

Material ini biasanya digunakan pada pahat bubut, mata bor, pisau frais, reamer, dan lain-lain. Kehilangan kekerasannya pada suhu 600°C. Kadang-kadang tungsten pada material ini digantikan dengan molybdenum.

Karena HSS dengan bahan molybdenum lebih murah dibandingkan HSS dengan bahan tungsten. HSS dengan bahan molybdenum memiliki ketangguhan yang lebih tinggi dibandingkan HSS dengan bahan tungsten. Namun memiliki ketahanan air yang lebih rendah.

3) Baja paduan non ferro (Non – ferrous cast alloys)

Material ini memiliki ciri khas tidak bisa dipanaskan. Digunakan untuk membuat suatu cetakan atau dies. Kehilangan kekerasannya pada suhu 800°C.

Dibandingkan dengan HSS, material ini memiliki usia pakai yang lebih lama dan dapat digunakan untuk kecepatan potong yang lebih tinggi. Namun memiliki ketegangan yang lemah, sehingga mudah pecah apalagi ketika menerima beban kejut.

4) Karbida (cemented carbides)
pahat bubut
made-in-china.com

Material yang diproduksi dengan teknik metalurgi dengan pemanasan pada suhu 1000°C. Memiliki kecepatan potong 6 sampai 8 kali kecepatan potong HSS. Dapat bertahan hingga suhu 1000°C.

Memiliki kekuatan tekan yang tinggi namun memiliki kekuatan tarik yang rendah. Material ini sangat kaku dan memiliki modulusitas yang tinggi. Memiliki ketahanan aus yang tinggi dan memiliki koefisien termal yang rendah.  Memiliki konduktivitas termal yang tinggi.

Kelebihan karbida adalah memiliki kapasitas produktivitas yang tinggi. Dapat menghasilkan permukaan benda kerja dengan kualitas yang baik. Dapat juga digunakan untuk pengerjaan baja yang telah dikeraskan. Sehingga menghemat biaya produksi.

5) keramik dan sintered oxsides

Material yang digunakan untuk alat potong berkecepatan tinggi sekitar 500 m/menit. Cocok digunakan untuk pemotongan yang terus menerus. Dapat bertahan hingga suhu 1200°C. Memiliki ketahanan abrasi yang tinggi. Umumnya digunakan untuk pengerjaan bahan plastik.

6) Cermet

Cermet merupakan kombinasi antara keramik dan logam melalui proses metalurgi. Keramik pada material ini berfungsi meningkatkan refraktifitas. Sedangkan logam pada material ini berfungsi untuk memberikan ketangguhan yang tinggi dan ketahanan panas.

Biasanya menggunakan persentase 90% keramik dan 10% logam. Semakin tinggi persentase logam maka akan meningkatkan ketahanan kerapuhan dan mengurangi ketahanan aus.

7) Intan / Berlian

Material ini memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi, ekspansi termal yang rendah. Juga memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan koefisien gesek yang rendah.

Alat potong dengan material berlian dapat digunakan untuk kecepatan 1500 sampai 2000 m/menit. Dapat bertahan hingga suhu diatas 1500°C.

8) Cubic Boron Nitride (CBN)

Umumnya dikenal dengan nama Borozone. Terbentuk dari atom nitrogen dan boron melalui proses metalurgi daya. Biasanya digunakan sebagai pengganti alat potong dengan material berlian.

Material ini juga digunakan sebagai roda gerinda untuk mengasah alat potong HSS. Karena dapat memberikan permukaan finishing yang sangat baik.

9) UCON

UCON merupakan material yang dikembangkan oleh Union Carbide di AS. Material ini terdiri dari 50% Columbium, 30% Titanium, dan 20% Tungsten.

Merupakan paduan logam tahan api yang memiliki permukaan luar yang keras dan inti yang lunak. Material ini jarang digunakan karena harganya yang mahal.

10) Sialon (Si-Al-O-N)

Sialon dibuat melalui proses metalurgi serbuk. Dengan mencampurkan serbuk Silicon, Nitrogen, Aluminium, dan Oxygen dengan cara dipanaskan sampai suhu 1800°C.

Material ini memiliki kekerasan yang lebih tinggi daripada keramik dan dapat digunakan untuk pemotongan terputus. Memiliki kecepatan potong 2 sampai 3 kali lipat dari keramik.

2. Bor senter (centre drill)

bor senter
cromwell.co.uk

Bor senter merupakan alat potong yang berfungsi untuk membuat lubang senter pada ujung permukaan benda kerja. Jenis-jenis bor senter ada tiga macam, yaitu :

a) Bor senter tipe standar (standard type centre drill)

bor senter tipe standar
linkcuttingtools.com

Bor senter tipe standar disebut juga plain type centre drill. Memiliki sudut mata sayat ujung (point angle) sebesar 118° dan sudut mata sayat pengarah (countersink angle) sebesar 60°. Tersedia dengan tiga ukukuran, yaitu tipe panjang normal, tipe pendek, dan tipe panjang.

b) Bor senter tipe bell (Bell type centre drill)

bor senter tipe bell
linkcuttingtools.com

Bor senter tipe bell memiliki sudut mata sayat ujung (point angle) sebesar 118°. Dan memiliki dua sudut mata sayat pengarah (countersink angle), yaitu sebesar 60° dan 120°.

c) Bor senter tipe safety (safety tipe centre drill)

bor senter tipe safety
linkcuttingtools.com

Bor senter tipe safety memiliki mata sayat pengarah tirus dan rata. Memiliki sudut pengarah senter sebesar 60°. Bor senter ini dibutuhkan ketika membutuhkan hasil lubang senter bertingkat lurus  setelah bidang tirusnya.

d) Bor senter tipe bentuk radius (Radius form type centre drill)

bor senter tipe radius
inkcuttingtools.com

Bor senter ini memiliki mata sayat pengarah berbentuk radius. Sehingga lubang senter yang dibuat memiliki profil berbentuk radius.

Cocok digunakan untuk benda kerja yang akan ditopang dengan kepala lepas yang membutuhkan pergeseran yang relatif besar. Karena bidang singgung pada lubang senter relatif lebih kecil dibanding lubang senter dengan bor senter biasa.

3. Mata bor (twist drill)

mata bor tangkai lurus
neckom.com

Mata bor merupakan alat potong yang berfungsi untuk membuat atau memperbesar diameter lubang pada benda kerja. Besarnya diameter lubang ditentukan berdasarkan besar diameter mata bor yang digunakan.

Untuk memudahkan operator, mata bor dibuat dengan berbagai jenis, antara lain :

a) Jenis mata bor berdasarkan bentuk tangkai

mata bor tangkai lurus dan tirus
neckom.com
1) Mata bor tangkai lurus

Mata bor yang pengikatannya membutuhkan cekam bor (drill chuck) pada saat dipasang pada mesin bubut.

2) Mata bor tangkai tirus

Mata bor yang pengikatannya dapat langsung dimasukkan pada lubang tirus yang ada di kepala lepas. Tangkai tirus pada mata bor memiliki ukuran yang lebih kecil daripada lubang tirus pada kepala lepas.

sarung pengurang
sierramachinetools.com

Dalam pemasangannya dapat ditambah dengan sarung pengurang (drill sleeve). Tangkai tirus pada mata bor ini menggunakan standar tirus morse atau Morse Taper (MT). Yaitu dimulai dari MT nomer 1 sampai dengan 6 untuk bagian luarnya.

b) Jenis mata bor berdasarkan spiral

jenis bor menurut spiral
slideplayer.com
1) Mata bor spiral normal (normal spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak.

2) Mata bor spiral panjang (slow spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja keras.

3) Mata bor spiral pendek (quick spiral drill)

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis bahan baja liat.

Kesimpulannya semakin keras benda kerja yang akan dibor, maka semakin panjang spiral mata bor yang dipilih.

c) Jenis mata bor berdasarkan sudut mata sayat atau mata potong

sudut sayat mata bor
pinterest.nz
1) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 90°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak.

2) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 118°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja lunak sampai dengan  baja sedang.

3) Mata bor yang memiliki sudut mata sayat 135°

Mata bor jenis ini digunakan untuk mengebor jenis baja keras.

Kesimpulannya semakin keras benda kerja yang akan dibor, maka semakin besar sudut mata sayat mata bor yang dipilih.

4. Kontersink (Countersink)

countersink
toolstation.nl

Kontersink merupakan alat potong pada mesin bubut yang digunakan untuk menchamper diameter ujung lubang pada benda kerja. Tujuan dari dichamper adalah agar tidak tajam dan memudahkan baut atau poros masuk ke dalam lubang.

a) Jenis Kontersink menurut bentuk tangkai

countersink tangkai lurus dan tirus
toolstation.nl
1) Kontersink tangkai lurus

Kontersink tangkai lurus digunakan dengan cara dicekam atau menggunakan cekam bor (drill chuck). Sama seperti mencekam mata bor tangkai lurus.

2) Kontersink tangkai tirus

Kontersink tangkai tirus digunakan dengan cara dipasang pada lubang sleeve pada kepala lepas. Sama seperti memasang mata bor tangkai tirus. Apabila tirus tangkainya terlalu kecil, bisa ditambah sarung pengurang.

b) Jenis Kontersink menurut mata sayat

1) Kontersink tanpa mata sayat (Zero flute countersink)
zero flute countersink
keocutters.com

Kontersink yang memiliki mata sayat berupa lubang.

2) Kontersink alur satu (single flute countersink)
single flute countersink
keocutters.com
3) Kontersink alur tiga (three flute countersink)
three flute countersink (suttontools.com)
suttontools.com
4) Kontersink alur empat (four flute countersink)
four flute countersink
drillamerica.net
5) Kontersink alur lima (five flute countersink)
five flute countersink
daysindustrial.com
6) Kontersink alur enam (six flute countersink)
six flute countersink
keocutters.com

Semakin banyak alur pada kontersink, maka beban yang diterima mata sayat menjadi semakin ringan. Karena beban yang diterima dibagi berdasarkan jumlah mata sayatnya.

5. Konter bor (Counter bore)

counter bore tangkai lurus
e7cuttingtools.com

Konter bor merupakan alat potong yang digunakan untuk membuat lubang bertingkat. Sebelum menggunakan konter bor, operator harus membuat lubang utama terlebih dahulu.

Hasil dari lubang bertingkat tersebut umumnya berfungsi sebagai dudukan kepala baut L (Elen key).

a) Jenis konter bor menurut bentuk tangkai

counter bore tangkai lurus dan tirus
e7cuttingtools.com
1) Konter bor tangkai lurus

Konter bor tangkai lurus digunakan dengan cara dicekam atau menggunakan cekam bor (drill chuck). Sama seperti mencekam mata bor tangkai lurus.

2) Konter bor tangkai tirus

Konter bor tangkai tirus digunakan dengan cara dipasang pada lubang sleeve pada kepala lepas. Sama seperti memasang mata bor tangkai tirus. Apabila tirus tangkainya terlalu kecil, bisa ditambah sarung pengurang.

b) Jenis konter bor menurut ujung mata sayat

counter bore dengan pengarah dan tanpa pengarah
e7cuttingtools.com
1) Konter bor dengan pengarah

Jenis konter bor ini memanfaatkan lubang yang telah dibuat sebagai pengarah mata sayat. Sehingga lubang yang dibuat tidak menyimpang dari sumbu utama karena lebih stabil.

2) Konter bor tanpa pengarah

Jenis konter bor ini hanya memanfaatkan lubang yang telah dibuat sebagai titik senter.

6. Reamer mesin (Machine reamer)

reamer tangkai lurus
trtoolingandmachinery.co.uk

Reamer mesin merupakan alat potong yang berfungsi untuk menghaluskan dan memperbesar lubang dengan toleransi dan suaian tertentu. Sama seperti konter bor, sebelum menggunakan alat ini harus membuat lubang terlebih dulu.

Diameter lubang yang dibuat harus lebih kecil daripada diameter reamernya. Tujuannya agar hasil pengerjaan maksimal dan beban yang diterima reamer lebih ringan. Sehingga umur reamer lebih panjang.

a) Jenis reamer menurut fungsinya

1) Reamer untuk lubang pen

Reamer jenis ini digunakan untuk pembuatan lubang pen tirus yang memiliki ketirusan standar. Menurut mata sayatnya, jenis reamer ini dibagi menjadi tiga yaitu :

taper pin reamer
ecvv.com
  1. Reamer pen tirus mata sayat lurus / straight taper pin reamer
  2. Reamer pen tirus mata sayat spiral / spiral taper pin reamer
  3. Reamer pen tirus mata sayat helix / helical taper pin reamer
2) Reamer mesin untuk lubang lurus

Reamer jenis ini digunakan untuk menghaluskan dan meluaskan lubang lurus yang memiliki toleransi dan suaian khusus. Menurut bentuk tangkainya, jenis reamer ini dibagi menjadi dua yaitu :

reamer tangkai lurus dan tirus
castlebrooke.co.uk
  1. Reamer lurus tangkai lurus
  2. Reamer lurus tangkai tirus
3) Reamer mesin untuk lubang tirus

Reamer jenis ini digunakan untuk membuat lubang tirus dengan ketirusan standar, misalnya standar morse. Yaitu mulai dari MT 1 sampai dengan MT 6. Menurut fungsinya, rimer ini terbagi menjadi dua jenis yaitu :

reamer tirus kasar dan finishing
banggood.com
  1. Reamer tirus untuk pengasaran
  2. Reamer tirus untuk finishing

Untuk mendapatkan hasil lubang yang sesuai dengan toleran dan suaian yang dibutuhkan, garis sumbu reamer harus benar-benar sepusat. Untuk mereamer lubang tirus, disarankan untuk membuat lubang bertingkat terlebih dahulu. Agar beban yang diterima reamer lebih ringan.

Gunakanlah kecepatan yang sesuai disertai penggunaan cairan pendingin (coolant) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

7. Kartel (knurling)

kartel
indiamart.com

Kartel merupakan alat potong yang digunakan untuk membuat garis-garis atau gigi-gigi melingkar pada permukaan benda kerja. Tujuan pengkartelan bagian luar benda kerja yaitu agar permukaan benda kerja tidak licin saat dipegang dengan tangan.

Contohnya pada handle pemutar dan tangkai penarik. Sedangkan untuk pengkartelan bagian dalam bertujuan untuk memperkecil lubang yang sudah longgar karena aus. Contohnya pada dudukan bearing.

a) Jenis kartel menurut pola/bentuk gigi

knurling tool
alibaba.com
  1. Kartel lurus
  2. Kartel menyudut/silang, baik kanan maupun kiri.
  3. Kartel belah ketupat/diamond, baik yang menonjol (male) atau yang masuk ke dalam (female)

b) Jenis kartel menurut bentuk holder

Sedangkan menurut bentuk pemegang (holder) gigi pisau kartel ada berbagai macam. Disesuaikan dengan posisi dan kondisi permukaan yang akan dikartel. Contoh dari macam bentuk pemegang (holder) kartel antara lain :

1) Pair knurling holder type
pair knurling holder type
indiamart.com
2) Swiss straddle knurl tool holder
swiss straddle knurl tool holder
sommatool.com
3) Knurling holder cross type
knurling holder cross type
travers.com
4) Knurling holder clamp type
knurling holder clamp type
busybeetools.com
5) F761 form knurling holder

F761 form knurling holder

 

Macam Proses Pembubutan

1. Membubut muka atau membubut facing

membubut facing
shutterstock.com

Meratakan muka dari benda kerja. Bisa dengan cara memajukan pahat sampai ke titik senter, bisa juga dari titik senter dimundurkan ke arah operator.

2. Membubut lurus

membubut lurus
shutterstock.com

Arah pembubutan sejajar dengan sumbu utama. Untuk pembubutan luar, membubut lurus bertujuan untuk mengurangi diameter benda kerja. Sedangkan untuk pembubutan dalam, bertujuan untuk memperbesar diameter lubang benda kerja.

3. Membubut bertingkat

bubut bertingkat
shutterstock.com

Membubut dengan beberapa diameter yang berbeda. Karena benda kerja memiliki bagian yang berbeda dan memiliki ukuran diameter yang berbeda pula.

4. Membubut tirus

membubut tirus
shutterstock.com

Membubut memanjang dengan sudut tertentu dari diameter kecil menuju diameter yang lebih besar, atau dari diameter besar menuju diameter kecil. Nah dalam pembubutan tirus, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Hal itu sudah kami bahas di √ 3 Cara Membubut Tirus di Mesin Bubut [Materi Lengkap].

5. Mengebor

mengebor
shutterstock.com

Pengeboran juga bisa dilakukan di mesin bubut. Perbedaannya pengeboran pada mesin bubut dengan mesin bor adalah bornya tidak berputar namun benda kerja yang berputar.

6. Membuat ulir

membubut ulir
shutterstock.com

Pembubutan yang membutuhkan kesabaran agar hasilnya bagus. Pembubutan ini harus menggunakan otomatis dalam pemakanan nya dan menggunakan putaran yang lambat. Pengaturan otomatis untuk setiap jenis ulir sudah tersedia pada tabel yang menempel pada mesin.

7. Membubut alur

membubut alur
shutterstock.com

Membuat alur atau bisa disebut recessing, biasanya digunakan untuk membantu proses membuat ulir. Alur ini dijadikan pembatas seberapa panjang ulir yang akan dibuat dan untuk mengamankan pahat agar tidak patah. Disarankan saat membubut alur, gerakan pemakanannya sedikit demi sedikit. Jadi gerakannya maju mundur agar pahat alur tidak terjepit dan patah.

8. Membubut eksentrik

bubut eksentrik
reddit.com

Membubut dengan beberapa sumbu atau senter. Dari bentuknya memiliki nilai seni yang keren banget. Siswa smk teknik biasanya tertarik saat proses ini. Caranya dengan menggeser titik senter benda kerja. Jika menggunakan cekam rahang 3, benda kerja ditambah pengganjal untuk menggeser titik senternya. Rumus untuk tebal pengganjalnya adalah

X= R-(r-e)

Keterangan X = Tebal pengganjal

R = Jari-jari dari lingkaran benda kerja

r  = Jari-jari dari lingkaran eksentrik

e = jarak dari R sampai ke r

Jika menggunakan cekam rahang empat, anda cukup menggeser 2 cekam yang berlawanan.

9. Membubut chamfer

chamfer
shutterstock.com

Pembubutan chamfer berfungsi untuk menghilangkan ketajaman dengan cara memberi sudut pada bagian yang tajam. Selain untuk menghilangkan ketajaman, chamfer juga berfungsi sebagai titik awal pada ulir agar pasangan dari ulir lebih mudah disatukan. Arah pemakannya bisa maju atau ke kiri.

10. Mengkartel

mengkartel
shutterstock.com

Bisa juga disebut knurling. Proses ini bertujuan untuk mengasarkan permukaan benda kerja. Biasanya proses ini ada dalam pembuatan handle atau pegangan agar tidak licin dan mudah lepas. Pada saat mengkartel, tinggi kartel harus benar-benar setinggi senter dan kartel nya juga harus seimbang agar hasil pengkartelan sempurna.

Perlengkapan Mesin Bubut

Untuk menunjang pekerjaan dalam proses pembubutan, pastinya membutuhkan alat bantu. Berikut ini alat bantu yang digunakan dalam proses pembubutan, antara lain : 

1. Cekam

Cekam merupakan perlengkapan yang digunakan pada mesin bubut untuk menjepit benda kerja menggunakan rahang-rahangnya. Menurut jumlah rahangnya, cekam dibagi menjadi dua jenis. Yaitu rahang tiga dan rahang empat.

A. Cekam rahang tiga

cekam rahang 3
sc01.alicdn.com

Cekam ini cocok untuk mencekam benda kerja yang silinder atau bersisi habis dibagi tiga. Seperti 3, 6, 9 sisi, dan seterusnya. Umumnya tiga rahang pada cekam ini bergerak bersamaan ketika penguncinya diputar.

Disarankan ketika menggunakan cekam ini lakukan sekali pencekaman saja. Jangan terlalu sering pasang copot benda kerja. Karena sulit untuk mengembalikan benda kerja kembali ke senter.

B. Cekam rahang empat

cekam rahang 4
cdn.shopify.com

Rahang pada cekam ini umumnya bergerak secara independen (sendiri-sendiri). Ada juga yang bergerak secara bersamaan seperti pada cekam rahang tiga.

Cekam ini cocok untuk mencekam benda silinder atau bersisi habis dibagi empat. Keuntungan menggunakan cekam rahang empat adalah operator bisa memasang kembali benda kerja sesuai senternya meski sudah pernah melepas benda kerja.

2. Kunci chuck

kunci chuck
alibaba.com

Kunci ini digunakan untuk mengatur pencekaman pada saat menggunakan cekam (chuck). Biasanya sudah sepaket dengan cekamnya. Karena Setiap cekam memiliki ukuran yang berbeda-beda.

3. Cekam Kolet (Collet Chuck)

collet chuck
aliexpress.com

Merupakan perlengkapan mesin bubut yang digunakan untuk menjepit atau mencekam benda kerja yang permukaannya halus dan berukuran kecil. Bentuk lubang pencekam pada kolet ada tiga macam diantaranya, bulat, segi empat dan segi enam.

4. Pelat Rata (cekam rata)

cekam rata
amazon.com

Pelat rata umumnya digunakan untuk menjepit benda kerja yang lebar dan tipis, bentuknya tidak beraturan dan tidak dapat dijepit dengan alat lain. Alat ini memiliki alur sebagai tempat ganjal, klem penjepit dan baut pengikat benda kerja.

Proses penjepitannya sama halnya bila menjepit benda kerja pada mesin bor atau meja mesin sekrap terhadap benda kerja yang panjang. Penyetelannya membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan penyetelan cekam rahang empat.

5. Pembawa

pembawa
imimg.com

Alat yang digunakan untuk membawa benda kerja sehingga berputar pada saat membubut. Ujung benda kerja yang akan dibubut dimasukkan ke dalam lubangnya lalu diikat dengan baut pengikat.

Bentuk alat ini ada yang berujung lurus dan ada pula yang berujung bengkok. Alat ini digunakan bila benda kerja dipasang dengan dua senter. Yang berujung bengkok digunakan bila dipasang pada pelat pembawa yang beralur.

6. Pelat pembawa

pelat pembawa
machiningtool.blogspot.com

Alat ini digunakan untuk memutar pembawa sehingga benda kerja yang dibubut berputar. Terdapat alur pada permukaannya.

Alur ini berfungsi untuk meletakkan ujung pembawa yang bentuknya bengkok. Sedangkan untuk pembawa yang berujung lurus dipasang pada pelat pembawa yang memiliki batang pembawa.

7. Senter bubut

Senter bubut merupakan perlengkapan mesin bubut yang berfungsi sebagai penahan benda kerja yang dibubut. Bentuk badannya tirus(tirus morse) sedangkan bagian kepalanya runcing dan menyudut 60°.

Bagian runcing ini dikeraskan atau terbuat dari bahan yang keras karena bergesek dengan benda kerja yang berputar. Untuk menempatkan senter ini, kita harus mengebor ujung dari benda kerja menggunakan bor senter.

Kemudian masukkan senter ke dalam rumah senter, dan dorong rumah senter tersebut sehingga ujung senter bubut mengenai lubang benda kerja yang sudah kita buat sebelumnya, lalu kunci rumah senter pada landasan dan kunci pula senter tersebut. Jenis senter bubut ada dua macam, yaitu :

A. Senter putar

senter putar
machiningtool.blogspot.com

Digunakan untuk pekerjaan dengan putaran tinggi dan pemakanan tebal.

B. Senter mati (tak berputar)

sebter mati
banggood.com

Digunakan pada benda kerja yang berukuran besar, dengan pemotongan berat.

8. Steady rest (penyangga)

Penyangga yang digunakan untuk menyangga atau menopang benda kerja yang panjang. Karena jika tidak ditopang, gerakan benda kerja menjadi tidak stabil dan membuat benda kerja bentuknya berubah atau bengkok.

Tanpa alat ini benda kerja akan bergetar terutama pada saat pahat bubut berada di tengah-tengah panjang bendanya. Steady rest sendiri ada dua macam, yaitu :

A. Steady rest jalan (penyangga jalan)

steady rest jalan
shop.koneita.com

Penyangga ini dipasang pada sisi eretan lintang dan ikut bergerak bersama pahat. Umumnya digunakan pada saat membubut benda kerja yang kecil dan panjang.

B. Steady rest tetap (penyangga tetap)

amazon.es

Penyangga ini dipasang pada alas mesin dan tidak bergerak. Umumnya digunakan untuk menyangga benda kerja yang besar dan panjang.

Kedua penyangga tersebut memiliki penyangga yang terbuat dari kuningan atau perunggu yang masing-masing berjumlah dua atau tiga. Bentuknya seperti senter bubut yang tumpul.

Kedudukan penyangga ini terhadap benda kerja harus disetting dan diberi minyak pelumas.

9. Cekam Bor (drill chuck)

drill chuck
littlemachineshop.com

Merupakan perlengkapan mesin bubut yang berfungsi untuk mencekam alat potong. Cara menggunakan alat ini dipasang pada kepala lepas. Alat potong yang biasa dicekam, antara lain :

  1. senter bor (centre drill)
  2. mata bor (twist drill)
  3. rimer (reamer) atau peluas lubang
  4. Kontersing (counter sink)

Cekam bor ada dua jenis, yaitu cekam bor dengan kunci dan cekam bor tanpa kunci. Hanya berbeda pada sistem pengunciannya. Namun fungsinya tetap sama.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: