Theodolite

Theodolite – Bagi Anda yang berkecimpung di dunia ilmu geografi, tentu tidak tidak asing dengan istilah Theodlite. Tahukah Anda bahwa istilah tersebut lebih merujuk pada alat ukur yang kerap digunakan oleh ahli geografi. Maupun orang-orang yang berkecimpung didalam kajian ilmu sosial tersebut untuk mengukur tanah. 

Bagi Anda yang merasa bingung dan belum memahami apa sebenarnya makna dan fungsi dari alat ukur tanah dalam kajian ilmu geografi tersebut, maka ada baiknya Anda menyimak informasi berikut.

Pengertian Theodolite 

Apa sih yang dimaksud dengan Theodolite? Theodolite adalah alat ukur sederhana yang termasuk ke dalam alat optik untuk menentukan tinggi dari tanah. Dengan menggunakan sudut tegak atau vertikal serta sudut mendatar atau horizontal. Disamping itu, alat ukur tanah ini juga dapat didefinisikan sebagai alat yang dapat digunakan untuk mengukur tinggi tanah baik dari sudut mendatar atau sudut tegak. 

Berdasarkan pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa alat ukur tanah tersebut memiliki cara penggunaan yang berbeda dari alat ukur tanah lainnya. Yakni waterpass yang merupakan alat ukur tanah yang hanya dapat digunakan untuk mengukur tanah dengan sudut mendatar saja. Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa tingkat akurasi alat ukur ini mampu mencapai satuan detik. 

Penerapan Theodolite

Pada penerapannya, alat ukur tanah satu ini biasanya dipakai pada saat tengah melakukan penentuan situasi, pengamatan matahari serta melakukan pengukuran polygon. Alat ukur yang memiliki kualitas baik ini juga dapat digunakan untuk menentukan sudut siku-siku maupun ketinggian yang dimiliki oleh banyak gedung-gedung bertingkat. 

Tahukah Anda bahwa alat ukur tanah ini merupakan alat ukur yang paling canggih diantara segala peralatan yang digunakan dalam survey tanah dalam kajian bidang ilmu geografi. Seperti yang dikatakan oleh Farrington bahwa alat ukur tanah ini dapat mengukur tanah dengan pemetaan yang luas dan cukup sulit sekalipun untuk diukur oleh peralatan pengukur tanah biasa. 

Fungsi Theodolite

Tidak hanya dapat Anda ketahui secara global saja, sejatinya alat ukur tanah satu ini juga memiliki beberapa fungsi lainnya yang dapat Anda ketahui. Adapun fungsi lain dari alat ukur tanah ini diantaranya ialah sebagai berikut.

  1. Untuk bisa mengukur sudut ketinggian tanah yang diinginkan walau pada pemetaan yang sulit sekalipun.
  2. Untuk dapat menentukan sudut siku-siku pada pekerjaan pondasi bangunan atau rumah.
  3. Untuk bisa mengukur ketinggian suatu bangunan gedung pencakar langit. 
  4. Untuk dapat digunakan dalam melakukan pengamatan terhadap sudut arah lintas matahari.
  5. Untuk bisa digunakan dalam pembuatan pemetaan situasi yang terperinci dan mendetail.
  6. Untuk dapat digunakan dalam melakukan pengukuran polygon pada penghitungan rumus suatu bangunan atau rumah. 

Jenis Theodolite 

Tahukah Anda bahwa alat ukur tanah tersebut terdiri atas beberapa jenis. Apabila ditinjau dari segi sistem bacaannya, maka terdapat 5 jenis alat ukur tanah tersebut yang perlu Anda ketahui. Adapun 5 jenis alat ukur tanah tersebut di antaranya ialah Alat ukur tanah indeks garis, mikrometer, nonius, konsidensi dan digital. 

Di samping itu, alat ukur tanah tersebut juga bisa dibedakan berdasarkan skala ketelitiannya. Adapun jenis antar alat ukur tanah tersebut diantaranya ialah sebagai berikut. 

1. Alat ukur tanah reiterasi 

theodolit tipe T0 (wild)
dehilster.info

Alat ukur tanah reiterasi adalah jenis alat ukur tanah pertama yang dapat Anda ketahui. Alat ukur tanah ini merupakan alat ukur tanah yang telah dilengkapi dengan lingkaran berskala mendatar dan menyatu dengan kiap sehingga bacaan pada skala alat ukur tersebut tidak dapat diatur. Contoh dari alat ukur tanah ini ialah tipe T0 (wild) dan tipe DKM-2A (kem).

2. Alat ukur tanah repetisi

TL 6-DE
k-bid.com

Alat ukur tanah repetisi merupakan alat ukur tanah yang mempunyai skala mendatar dapat diatur dan mengelilingi sumbu tegak sehingga bacaan skalanya dapat ditentukan ke sudut mana yang diinginkan. Adapun contoh dari alat ukur tanah repetisi diantaranya tipe TM 6 dan TL 60-DP (sokkisha)_,TL 6-DE (topcorn) dan TH-51 (zeiss).

3. Alat ukur tanah elektro optis

total station
sealandsurvey.co.uk

Alat ukur tanah elektro optis yaitu alat ukur tanah yang dilengkapi dengan mikroskop pembaca skala lingkaran serta menggunakan sistem sensor. Adapun prinsip kerja dari alat ukur tanah elektro optis ialah melakukan pengubahan terhadap sistem analog menjadi sistem digital melalui gelombang elektromagnetis. 

Cara Menggunakan Theodolite

Bagi Anda yang masih merasa kebingungan dalam menggunakan theodolite maupun cara mengukur luas tanah dengan theodolite, maka ada baiknya Anda menyimak informasi berikut.

  1. Temukan sepetak tanah bertingkat dengan pandangan atau view yang bagus di antara lahan yang hendak diukur. 
  2. Perpanjang kaki tripod sehingga alat ukur tanah tersebut berada pada tingkatan yang nyaman untuk Anda gunakan.
  3. Tempelkan ujung kaki ke tanah.
  4. Lakukan penyesuaian terhadap 3 sekrup pengatur di dasar alat ukur tanah tersebut sehingga dapat rata. Adapun tingkat sekrup yang dipasang pada alat ukur tanah tersebut dapat memberikan Anda gambaran bidang yang sejajar. 
  5. Sejajarkan tingkat panjang dengan 2 diantara 3 sekrup tersebut. 
  6. Lakukan pengaturan ulang dengan menggunakan kedua sekrup tersebut untuk melakukan pencapaian tingkatan yang lebih akurat pada sumbu tersebut. 
  7. Putarlah alat ukur tanah tersebut sebanyak 90 derajat pada alasnya dan jangan lupa untuk melakukan penyesuaian dengan menggunakan sekrup ketiga (sekrup yang tadi belum terpakai). 
  8. Lepaskanlah 2 klem pengatur horizontal. Biasanya kenop besar terdapat pada kedua sisi alat ukur tanah tersebut dan jangan lupa untuk sedikit diimbangi secara vertikal.
  9. Sejajarkan bagian atas dari alat ukur tanah tersebut dengan menggunakan tanda pada cincin di antara kedua sisi yang terhubung pada klem horizontal. 
  10. Jangan lupa untuk melakukan penguncian terhadap klem atas.
  11. Bukalah penutup lensa yang terdapat pada tiap sisi alat ukur tanah tersebut dan lihatlah melalui lensa mata kecil. 
  12. Selanjutnya, Anda akan melihat tiga skala yaitu penyesuaian horizontal, vertikal dan halus. 
  13. Gunakan tombol pada bagian atas untuk menyesuaikan tanda 0’00 “. 
  14. Gunakan tombol penyesuaian horizontal bagian atas untuk menyelaraskan garis tunggal yang telah dilihat dalam ruang lingkup pada bagian bawah skala horizontal tepat di antara garis tanda ganda duduk di bawah angka 0.
  15. Buatlah garis preferensi dengan menyusun alat ukur tanah tersebut secara horizontal dengan tengara yang cukup tinggi pada tampilan yang mudah. 
  16. Bukalah kunci klem bagian bawah untuk membuat rotasi tersebut. 
  17. Luruskan pandangan dengan tengara serta kuncilah klem bawah lagi.

Ulasan serta informasi terkait theodolite tersebut kiranya dapat memberikan pengetahuan serta menambah wawasan Anda, khususnya bagi Anda yang belum memahami apa itu makna dan bagaimana cara kerja alat ukur tanah tersebut. Semoga studi ilmu geografi Anda semakin baik dan semoga seluruh informasi tersebut dapat membantu Anda, ya!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: