Voltmeter

Bagi para elektronika tentu tidak asing lagi dengan voltmeter yakni alat elektronik digunakan sehari-hari. Dinilai sebagai suatu teknologi yang sudah biasa dipakai oleh seluruh umat manusia. Eksistensi voltmeter juga menunjukkan teknologi tersebut semakin berkembang pesat. Alat tersebut dianggap mampu mencukupi berbagai kebutuhan manusia di era modern ini.

Adapun tanda-tanda keberadaan volmeter diawali dengan adanya alat ukur sederhana berupa timbangan, penggaris, dan lainnya. Manusia yang terus melakukan inovasi pun akhirnya menemukan amperemeter, stopwatch, multitester, dan salah satunya alat ini. Tujuan utamanya untuk mengukur suatu besaran seperti uraian pengertian, fungsi, dan cara penggunaannya berikut.

Pengertian Voltmeter 

Voltmeter merupakan suatu alat yang dimanfaatkan untuk mengukur tegangan listrik dalam suatu rangkaian listrik. Umumnya bentuk penyusunan pararel berdasarkan pada tempat komponen listrik hendak diukur. Dimana dalam setiap komponen ditemukan tiga buah lempengan tembaga di dalamnya.

Lempengan tersebut dipasangkan diatas Bakelit yang telah dirangkai dan menyatu dalam tabung plastik atau kaca. Pada lempengan bagian luar dinamakan anode, sementara itu lempengan tengah disebut katode. Masing-masing ukuran tabung tersebut kurang lebih 15 cm x 10 cm. Dari segi desain pun voltmeter tidak jauh berbeda terhadap desain amperemeter.

Sama halnya dengan hambatan memiliki bentuk sama yakni multiplier, seri, dan galvanometer. Faktanya, kinerja yang dihasilkan dari alat tersebut lebih baik, serta senantiasa meningkat ketika sudah ditambahkan multiplier.

Tujuan penambahan multiplier didalam alat dimaksudkan untuk kinerja dan kemampuannya menjadi berkali-kali lebih besar. Sementara dapat menciptakan suatu gaya magnet ketika medan magnet dan kuat arus listrik saling berinteraksi. Gaya magnet tersebut disinyalir untuk menggerakkan jarum. Dari sini kapasitas arus pada jarum berdasaarkan aliran arus listrik.

Fungsi Voltmeter

Tentunya tidak semua masyarakat mengetahui apa itu fungsi dari voltmeter. Pada dasarnya berfungsi sebagai suatu alat ukur tegangan listrik yang menyatu dalam suatu rangkaian listrik. Ketika menggunakannya, Anda akan melihat tanda-tanda voltmeter (V), mikrovolt, milivolt (mV), dan kilovolt (kV).

Faktanya alat tersebut juga memilik batasan pengukuran arus yakni suatu nilai maksimum dari tegangan listrik yang masih bisa terukur. Terkadang orang awam kurang menyadari apakah pengukuran tegangan listrik menunjukkan keamaan. Sehingga seringkali listrik terukur lebih dari kapasitas. Alhasil, secara otomatis dan langsung menyebabkan alat menjadi rusak.

Dalam penggunaannya tidak jarang orang menghubungkannya dengan amperemeter. Meskipun dari pengertian, fungsi, dan cara penggunaan sangat berbeda. Ampere meter fungsinya aga mengukur kuat arus listrik yang dinamakan ampere. Sementara itu, voltmeter digunakan menjadi alat untuk mencari tahu besaran tegangan listrik yang berupa volt.

Bagian-Bagian Voltmeter

Penting juga untuk diketahui beberapa bagian voltmeter yang mempengaruhi cara kerja dan fungsinya, antara lain :

bagian-bagian voltmeter

  1. Batas ukur maksimum dan minimum,
  2. set-up untuk mengatur fungsi,
  3. jarum penunjuk,
  4. terminal kutub positif dan kutub negatif.
  5. Skala tinggi dan Rendah dari tegangan listrik terukur.

Jenis-Jenis Voltmeter

jenis volt meter

Ada dua macam Voltmeter yaitu Voltmeter Analog dan Voltmeter Digital. Apa perbedaan dari keduanya? Perbedaannya dapat dilihat dari cara membacanya. Voltmeter yang terpasang secara paralel pada suatu rangkaian listrik dapat dijadikan patokan sebagai cara untuk mengetahui tegangan. Kutub alat ukur ini pun harus searah dengan arusnya, baik kutub positif maupun kutub negatif.

Pada jenis digital, jika pemasangan kutubnya terbalik maka akan muncul angka negatif. Oleh karenanya, pemasangan haruslah sesuai dan benar. Nah, Untuk spesifik perbedaan dari kedua jenis alat ini dapat diketahui sebagai berikut:

  • Tegangan DC lebih sulit dinaikkan dibandingkan dengan tegangan AC yang mudah.
  • Transmisi dari pembangkit kepada pelanggan lebih mudah listrik AC dibandingkan listrik DC.
  • Dari kedua jenis ini, DC merupakan pembangkit listrik yang lebih simpel dan mudah digunakan.
  • Terdapat nilai maksimum dan juga minimum untuk arus dan tegangan AC, tidak sama halnya dengan DC yang tidak ada nilai yang dimaksud.

Cara Menggunakan Voltmeter

Agar tidak salah langkah dan merugikan diri sendiri, sebaiknya ikuti cara menggunakan voltmeter yang baik dan benar berikut ini.

  1. Rangkaikan komponen listrik yang potensialnya beda secara paralel.
  2. Selanjutnya, sesuaikan rangkaian arus listrik yang searah pada tiap kutub di voltmeter.
  3. Perhatikan bahwa pada kutub positif maupun negatif terdapat potensial berbeda, serta potensial tergolong tinggi.
  4. Jangan lupa untuk selalu memeriksa kabel merah, biru, dan hitam. Supaya nantinya tidak terjadi penyimpangan arus ke arah kiri. Apabila penyimpangan terjadi, artina pemasangan tidak benar dan terbalik. Tetapi keadaan seperti ini bukanlah masalah jika terjadi pada rangkaian arus listrik bolak-balik.

Cara Kerja Dari Voltmeter Itu?

Perlu kamu ketahui bahwa voltmeter merupakan sebuah alat ukur yang memiliki prinsip kerja tertentu. Terdapat fluksi magnetik yang memiliki bentuk seperti gelombang sinus yang mana frekuensinya sama. Fluksi magnetik itu nantinya akan memasuki kepingan logam secara paralel. Ada perbedaan fase dari satu fluks dengan fluks yang lainnya. Tegangan yang menimbulkan arus putar dalam kepingan itu dipengaruhi oleh adanya fluks yang bolak-balik.

Pada Voltmeter digital, angka diskrit adalah gambaran atau aktualisasi dari pengukuran terhadap DC dan juga AC. Angka ini dijadikan sebagai alternatif dari defleksi jarum penunjuk pada voltmeter analog. Penunjukan angka pada voltmeter digital untuk memiliki beberapa kelebihan, antara lain :

  1. Dapat meminimalisir kesalahan pembacaan oleh manusia serta interpolasi.
  2. Mencegah terjadinya kesalahan parataksis.
  3. Meningkatkan kecepatan pembacaan.
  4. Dapat dijadikan sebagai pelengkap daripada keluaran yang dalam bentuk digital, yaitu berdasarkan pengolahan dan juga pencatatan selanjutnya.
  5. Jenis voltmeter digital adalah jenis yang dapat diandalkan. Sehingga dapat dipakai untuk berbagai keperluan pengukuran di dalam laboratorium.
  6. Voltmeter digital dipercaya bisa bersaing dengan alat-alat analog yang bersifat konvensional. Hal ini disebabkan  karena perkembangan serta penyempurnaan modul rangkaiannya berkurang. Tak hanya modul, tetapi juga kebutuhan daya, harga, hingga ukuran.
  7. Karakteristik operasinya menunjukkan bahwa kualitas jenis digital lebih unggul.

Berikut adalah spesifikasi yang tidak hanya berlaku pada sebuah instrumen saja. Namun, informasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran pada keadaan saat ini.

  1. Angka rangkuman masukan mulai dari ± 1,000000 V sampai ± 1000, 000 V (Metode pemilihan rangkuman dilakukan secara otomatis dan indikasi beban lebih).
  2. Ketelitian mutlak tercatat mencapai ± 0,005 % dari pembacaan yang sudah dilakukan.
  3. Angka stabilitas untuk jangka pendek sebesar 0,002 persen dari pembacaan (periode 24 jam). Sedangkan untuk jangka panjang sebesar 0,008 % pembacaan (periode 6 bulan).
  4. Resolusi untuk 1 bagian dalam 106 yaitu 1 μV bisa dibaca pada rangkuman dari masukan 1 V.
  5. Karakteristik masukannya yaitu tahanan masukan khas sebesar 10 MΩ dengan kapasitas masukan 40 pF.
  6. Kalibrasi yang standar (internal) tidak tergantung pada rangkaian ukuran yang mana telah diperoleh dari sumber referensi yang sudah stabil.
  7. Ada beberapa sinyal keluaran seperti perintah mencetak

Jenis voltmeter digital masih dikelompokkan lagi ke dalam 4 jenis, yaitu :

  1. Tipe tanjak atau ramp type DVM .
  2. Tipe penggabungan atau intergrasi (integrating DVM).
  3. Tipe setimbang kontinu atau continuous balance DVM.
  4. Tipe pendekatan yang berturut-turut atau successive approximating DVM.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai voltmeter dan cara menggunakannya. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. Jangan lupa untuk share informasi ini dengan teman-teman yang lain.

Tinggalkan komentar