√ Metode Pengelasan Dalam Dunia Industri

Metode pengelasan – Risiko pada pekerjaan pengelasan (fabrikasi) memang sangat tinggi. Terutama pada kesehatan tubuh si operator meskipun sudah menggunakan APD. Namun di sisi lain, pekerjaan pengelasan sangat menguntungkan.

Operator pengelasan mampu mengubah berbagai material yang keras menjadi produk dengan bentuk yang berbeda-beda. Proses pengelasan yaitu menggabungkan material logam atau thermoplastik agar bergabung dengan rapi.

Proses pengelasan melibatkan panas dan tekanan terhadap material yang digabungkan dan juga terhadap material tambahan. Seiring dengan perkembangan teknologi, proses pengelasan mengalami banyak perubahan.

Namun untuk memilih metode pengelasan yang tepat, kita perlu mengetahui perbedaan antara semua jenis teknik pengelasan. Saat ini banyak proses pengelasan dengan peralatan otomatis.

Namun, ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan keterampilan profesional dan dikerjakan secara manual. Untuk menjadi operator yang profesional, membutuhkan teori dan praktek secara rutin serta jam terbang yang tinggi.

Lebih baik lagi jika belajar dan dibimbing oleh operator pengelasan yang sudah profesional. Dalam pengelasan, ada berbagai macam metode. metode yang digunakan antara lain :

MIG (Metal Inert Gas) Welding atau GMAW (Gas Metal Arc Welding)

MIG
shutterstock.com

Metode pengelasan dengan cara menyatukan kawat elektroda dan logam pada benda kerja dengan cara dipanaskan. Sehingga keduanya melebur dan bergabung.

Gas yang terlindung dalam tabung digunakan sepanjang proses pengelasan. Pengelasan ini membutuhkan tegangan listrik arus searah (DC) bisa juga arus bolak balik (AC). Tegangan dan sistem arusnya konstan.

Proses pengelasan bisa dilakukan secara otomatis maupun semi otomatis. Metode ini cocok untuk peleburan baja ringan, baja tahan karat, dan juga aluminium.

Pengelasan busur atau SMAW (Shielded Metal Arc Welding)

SMAW
shutterstock.com

Arc welding atau pengelasan busur menggunakan elektroda berselaput. Selaput yang ada pada elektroda disebut flux. Flux terbuat dari campuran bahan kimia khusus dengan persentase yang berbeda-beda.

Fungsi Flux

  1. Memudahkan penyalaan busur.
  2. Mengendalikan stabilitas busur.
  3. Memberikan gas pelindung pada logam yang di las, melindungi kontaminasi udara pada saat logam melebur.
  4. Memberi lapisan terak, yaitu yang melapisi hasil pengelasan yang matang pada saat proses pendinginan.
  5. Memperlambat proses pendinginan

Pengelasan ini hanya digunakan untuk mengelas besi dan baja. Pengelasan jenis ini sering digunakan dalam konstruksi struktur baja dan dalam fabrikasi industri. Dapat juga digunakan untuk pekerjaan manufaktur, konstruksi dan perbaikan.

FCAW (Flux-Cored Arc Welding)

FCAW
shutterstock.com

Untuk melindungi hasil pengelasan, dikembangkanlah pengelasan Flux cored arc. Proses pengelasan ini hampir sama dengan pengelasan MIG. Perbedaannya ada pada kawatnya.

Kawat yang digunakan merupakan kawat tubular khusus berisi flux. Gas pelindung tidak harus digunakan dalam pengelasan ini, tergantung dari isi kawat tubularnya.

Pengelasan ini dikenal murah dan mudah untuk dipelajari. Namun hasil dari pengelasan ini secara estetik kurang memuaskan dibandingkan proses pengelasan lainnya. Sering digunakan dalam proyek konstruksi.

TIG (Tungsten Inert Gas) atau GTAW (Gas Tungsten Arc Welding)

TIG
shutterstock.com

Pengelasan ini menggunakan elektroda tungsten. Elektroda tungsten ini digunakan untuk memanaskan logam dasar dan membuat genangan las cair. Dengan mencairkan dua bagian logam secara bersamaan, lasan autogenous dapat dibuat.

Proses pengelasan ini harus dilakukan oleh operator profesional, karena proses yang sangat rumit. Pengelasan ini biasanya digunakan untuk pekerjaan dengan kualitas tinggi dan standar superior tanpa menggunakan pembersihan yang berlebihan.

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: