Selain mesin bubut, ada juga satu mesin yang tidak kalah pentingnya dalam dunia industri. Mesin tersebut adalah mesin frais atau sering disebut mesin milling (milling machine).

Prinsip Kerja

Mesin frais ini memiliki gerak utama berputar. Gerak berputar ini berguna untuk memutar alat potong atau sering disebut pisau frais.

Perbedaan Mesin Milling dengan Mesin Bubut

Perbedaan yang paling mendasar dari kedua mesin ini dapat dilihat dari prinsip kerjanya. Pada mesin bubut, yang berputar adalah benda kerjanya dan operator mendekatkan alat potong menuju benda kerja agar tersayat.

Sedangkan pada mesin milling yang berputar adalah alat potongnya. Operator mendekatkan benda kerja menuju alat potong yang berputar agar benda kerja tersayat.

Parameter Proses Pengefraisan

1. Kecepatan potong (Cutting speed) – Cs

Setiap material memiliki kecepatan potong sendiri-sendiri berdasarkan karakteristiknya. Harga kecepatan potong dari tiap material ini dapat dilihat pada table yang terdapat didalam buku atau referensi. Rumus kecepatan potong, yaitu :

Cs = π. d . n ( m/menit )

Keterangan:

Cs =Cutting Speed ( m/menit )

d = Diameter Cutter ( mm )

n = Putaran Spindle ( Rpm )

π = Konstanta ( 3,14 )

2. Kecepatan Putaran Mesin (Spindle Machine)

Kecepatan putaran mesin adalah kecepatan putaran mesin dalam satu menit. Maka komponen yang bisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/pisau frais. Dengan demikian rumus putaran mesin, yaitu :

3. Kecepatan Pemakanan (Feeding)

Umumnya pada mesin , terdapat tabel kecepatan pemakanan atau feeding dalam satuan mm/menit. Jadi misalnya pada mesin disetel besar kecepatan pemakannya 28.

Artinya kecepatan pemakanan pisau frais sebesar 28 mm/menit. Semakin kecil kecepatan pemakanan pisau frais, maka permukaan benda kerja yang dihasilkan semakin halus. Tabel besar pemakanan pada mesin baru dapat digunakan jika mesin frais tersebut dijalankan dengan cara/mode otomatis.

Menghitung kecepatan pemakanan/feeding= F (mm/menit)

F (mm/men) = f (mm/putaran) x n ( put/menit)

Dimana, f adalah bergesernya benda kerja dalam satu putaran.

4. Perhitungan Waktu Pemesinan Frais

untuk mencari waktu pengefraisan dapat dihitung dengan rumus:

Metode Pemotongan

metode pemotongan1. Pemotongan searah

Yaitu pemotongan dengan arah gerakan benda kerja searah dengan putaran spindle/pisau frais.

2. Pemotongan berlawanan arah

Yaitu pemotongan dengan arah gerakan benda kerja berlawanan arah dengan putaran spindle/pisau frais.

Namun disarankan untuk memilih metode pemotongan searah. Karena memiliki beberapa keunggulan dibanding pemakanan berlawanan arah, antara lain :

  1. Beban yang diterima meja mesin lebih ringan.
  2. Hasil pengefraisan lebih halus.
  3. Tatal sisa hasil pengefraisan tidak mengganggu proses pengefraisan karena otomatis tersingkir.

Jenis proses pengefraisan

1. Pengefraisan Rata Sejajar dan Siku Arah Mendatar (Horizontal)

pengefraisan horizontalDalam melakukan pemotongan horizontal, jenis mesin yang digunakan yaitu mesin frais horizontal. Pisau yang digunakan yaitu jenis pisau frais mantel.

2. Pemotongan Rata Sejajar dan Siku Arah Tegak(Vertical)

pengefraisan vertikalUntuk mengefrais bidang rata dapat digunakan shell endmill cutter dengan cara yang sama, tetapi menggunakan mesin frais tegak. Untuk mesin frais universal dapat juga digunakan untuk mengefrais rata pada sisi benda kerja, dengan cara menggunakan stub arbor yang dipasang langsung pada spindel mesin.

3. Pengefraisan Bidang Miring

pengefraisan bidang miringPengefraisan bidang miring dapat dikerjakan dengan memiringkan benda kerja pada ragum universal. Apabila bidang permukaannya lebih lebar, diperlukan memasang cutter pada arbor yang panjang dengan pendukung atau menggunakan mesin frais horizontal.

4. Pengefraisan Alur

A. Pengefraisan Alur V Menggunakan pisau Sudut

pengefraisan alur vPengefraisan bidang miring atau sudut juga dapat dibuat dengan pisau sudut.

B. Pengefraisan Alur Tembus

pengefraisan alur tembusBanyak bagian mesin yang mempunyai bentuk/bidang beralur

C. Pengefraisan Alur Pasak

pengefraisan alur pasakPoros yang digunakan sebagai penerus daya biasanya dibuat alur pasak pada ujungnya. Alur pasak tersebut dapat dibuat menggunakan mesin frais.

D. Pengefraisan Bentuk Persegi

pengefraisan bentuk persegiBentuk-bentuk persegi misalnya membuat segienam, segiempat, dan sebagainya dapat dilakukan dengan mesin frais dengan alat bantu kepala pembagi.

E. Pengefraisan roda gigi

pengefraisan roda gigiPengefraisan ini membutuhkan pisau khusus untuk roda gigi dan juga menggunakan alat bantu kepala pembagi.

Mesin Frais

Bagian-Bagian Mesin Frais / Milling

Sebelum anda menggunakan mesin frais. Sebaiknya anda mengenal terlebih dahulu apa saja bagian-bagian mesin frais beserta dengan fungsinya. Ada beberapa bagian utama mesin milling...
Muhammad Reza Furqoni
2 min read

Pisau Frais / Milling Cutter dan Fungsinya

Dalam menggunakan mesin frais, terdapat berbagai jenis alat potong atau pisau frais yang dapat digunakan. Pemilihan pisau frais akan berpengaruh terhadap profil dan bidang...
Muhammad Reza Furqoni
4 min read

Perlengkapan Mesin Frais / Milling

Perlengkapan mesin frais digunakan untuk menunjang berbagai jenis pekerjaan dalam proses pengefraisan. Sehingga proses pengefraisan menjadi lebih efisien.  Kira-kira apa saja sih perlengkapan mesin...
Muhammad Reza Furqoni
2 min read

Jenis Mesin Frais / Milling Machine

Jenis Mesin Frais – Mesin frais (milling) termasuk mesin yang umum digunakan di dunia industri. Mesin ini bisa digunakan untuk membentuk benda kerja menjadi...
Muhammad Reza Furqoni
4 min read
WhatsApp chat